Jun
3

Jakarta (ANTARA News) – Pebulutangkis Indonesia Jonatan Christie dipaksa mengulang pengalaman pahit 2015 saat pada perempat final BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016 itu ditaklukkan tunggal putra unggulan kelima asal Denmark, Jan O Jorgensen, pada Jumat di Istora Senayan, Jakarta.

Jonatan yang kini berada di peringkat 19 dunia itu lagi-lagi harus mengakui keunggulan Jorgensen dengan skor 21-14, 19-21, 14-21.

Kekalahan ini seperti mengulang saat Jonatan ditaklukkan oleh Jorgensen di Indonesia Open 2015 pada babak yang sama. Jonatan sebenarnya nyaris menang langsung dua game jika saja saat skor 18-16, Jonatan tidak melakukan kesalahan-kesalahan sendiri.

“Sebelum ini perlu disyukuri sebagai hasil terbaik. Pada game pertama, saya sudah punya strategi yang berjalan bagus sampai di game kedua ketika kedudukan 18-16 itu. Mungkin gejala sama seperti saat Anthoni di finishing akhir tidak berani berspekulasi. Saya malah bingung dan jadi ikut pola dia, “kata Yonatan usai bertanding.

Jonatan berhasil mengatasi game pertama dengan mudah. Ia meninggalkan jauh Jorgensen dengan skor 21-14.

Game kedua berlangsung lebih ketat. Jonatan yang sempat tertinggal 6-9 berhasil menyamai kedudukan 11-11. Jonatan berbalik memimpin 17-13. Setelah itu, Jonatan sering melakukan kesalahan sendiri sehingga akhirnya posisi imbang 18-18 dari sebelumnya 18-16. Jorgensen memanfaatkan momen tersebut untuk terus menyerang Jonatan, sebaliknya Jonatan terlihat ragu-ragu saat mengatasi pukulan dari lawan.

Jonatan tertinggal 18-20. Pukulan Jorgensen yang terlalu melambung keluar lapangan memberikan satu poin untuk Jonatan. Tapi, harapan agar Jonatan bisa mengejar dan menutup permainan dengan kemenangan langsung kandas saat Jorgensen mengalahkan smes keras yang gagal diantisipasi Jonatan.

Pada game ketiga, Jorgensen tampil lebih dominan. Ia sering mengangkat kepalan tangan setiap mencetak skor dan tidak peduli dengan sorakan dari penonton. Jonatan tertinggal 4-11 dari Jorgensen.

Ketika mulai mengejar, Jonatan kembali menyerang. Teriakan “Jojo Bisa” bergema saat Jojo mulai mengejar 11-14. Tapi, Jonatan lagi-lagi kehilangan kontrol permainan, beberapa kali pukulannya melanggar net. Jonatan semakin tertinggal jauh 11-18.

Meskipun sempat menambah poin, Jonatan gagal menghalau Jorgensen.

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2016

0